Babat Gongso Semarang, Ini 5 Yang Enak

Babat gongs Semarang merupakan kuliner kota ini yang wajib dicoba.

Babat gongso Semarang merupakan olahan dari jerogan sapi jenis babat, isi perut, yang ditumis dengan berbagai bumbu dan bercita rasa pedas manis. Di Semarang biasanya babat gongso ini dijual oleh para padagang nasi goreng.

Babat Gongso Semarang

Sesungguhnya, babat gongso Semarang merupakan tumis babat dan bumbu sebelum dimasak atau dijadikan kondimen nasi goreng. Ia bisa dimakan dengan nasi sepakai lauk. Bisa pula dimakan tanpa nasi, atau malah dengan mie goreng.

Dengan fleksibiltas seperti itu, babat gongso bisa dinikmati kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang atau malam hari. Selain itu, pecintanya dapat pula membuat makanan khas Semarang ini di rumah.

Lalu bagaimana sejatinya masakan ini bermula? Jongkie Tio dalam buku Semarang Tempo Doeloe menuliskan bahwa gongso adalah istilah Jawa untuk cara memasak makanan setengah kering. Begitupun, ia sedikit ragu masakan tersebut khas Jawa, karena kala itu sebagian besar masakan Jawa dimasak dengan dibakar. Besar kemungkinan masakan tersebut dipengaruhi budaya luar, misalnya Tiongkok.

Kota Semarang memiliki banyak pilihan kuliner, seperti babat gongso Semarang.

Dalam perkembangannya, babat gongso menjadi makanan khas Semarang dengan rasanya yang manis berkat penggunaan kecap. Ada versi dengan rasa yang lebih pedas, ini biasanya menambah cabai keriting atau rawit merah.

Babat biasanya direbus sampai empuk, potong kecil-kecil, lalu dicampur bumbu. Sedangkan gongso di sini artinya ditumis, jadi masakan ini tanpa kuah. Gongso biasanya dimasak dengan minyak di atas penggorengan, diorak-arik di atas wajan hingga setengah kering. Irisan bawang merah hampir selalu ada dalam pemasakan gongso. Konon, masakan yang digongso memiliki cita rasa dan aroma.

Saat berkunjung ke Semarang, wisatawan bakal dengan mudah menemukan orang berjualan babat gongso, yang biasanya juga menjajakan nasi goreng. Namun, ada beberapa tempat yang legendaris, khususnya untuk masakan babat gongso Semarang. Berikut lima warung babat gongso Semarang yang enak dan terkenal. 

Nasi Goreng Babat Sedang Dimasak Dok.
Nasi goreng babat gongso sedang dimasak. Foto: Dok. Pexels

Nasi Goreng Babat Pak Karmin

Pecinta kuliner jalanan saat melancong ke Semarang belum lengkap rasanya jika belum mencoba Nasi Goreng Babat Pak Karmin. Berlokasi di Jalan Pemuda, dekat dengan Jembatan Mberok Kota Lama, tempat ini tak pernah sepi dari pengunjung. Tempatnya dengan tenda.

Jika sedang sangat ramai, pengunjung bahkan harus rela makan melipir di pinggir kali. Mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat gemar makan di tempat ini.

Berdiri sejak 1971, Nasi Goreng Babat Pak Karmin terbilang legendaris. Tempatnya tak pernah berpindah sejak awal mula dibuka. Hingga saat ini, pemiliknya hanya membuka satu cabang di Jalan MH Thamrin Semarang yang dikelola oleh anak pertamanya.

Beragam sajian babat gongso Semarang yang bisa menjadi pilihan pengunjung ke tempat ini, di antaranya nasi goreng babat dan nasi babat.
Nasi babat gongso akan disajikan dengan rasa manis-pedas yang mampu menggoyang lidah. Sementara untuk nasi goreng, potongan babat yang dimasak lembut akan dicampurkan dengan bumbu gurih yang meresap pada nasi.
Warung ini buka setiap hari dari pukul 08.00-22.00 WIB.

Babat Gongso dan Nasi Goreng Pak Hengky

Babat gongso yang satu ini dari dulu memasaknya menggunakan tungku kayu bakar. Cara tersebut membuat hidangan menjadi lebih harum dan gurih. Tidak mengherankan jika nasi goreng babat Pak Hengky selalu ramai pembeli. Selain babat gongso, pengunjung juga bisa menikmati nasi goreng babat dan paru goreng di sana.

Berada di Jalan Puri Anjasmoro Blok K, kedai tersebut buka setiap hari dari pukul 17.00 sampai 23.00 WIB.

Nasi Goreng Babat Pak Taman

Pecinta kuliner bisa menemukan kedai ini di Jalan Stadion Selatan, Karangkidul, Semarang Tengah. Nasi Goreng Pak Taman namanya yang sudah buka sejak 1986. Kedai legendaris ini buka pukul 07.00-16.00 WIB dan hampir selalu ramai dikunjungi pembeli, khususnya pada jam makan siang.

Seporsi makanan di Pak Taman dihargai sekitar Rp 28 ribu. Untuk kantong warga Semarang mungkin tak bisa dibilang murah, namun kalau dilihat dari rasa harga tersebut cukup sesuai.

Babat Gongso Semarang Sajian Sedap
Babat gongso Semarang yang maknyus. Foto: Dok. Sajian Sedap

Babat Gongso Pak Sumarsono

Seperti babat gongso Pak Hengky, warung makan Pak Sumarsono juga menggunakan tungku kayu sebagai alat memasaknya. Kedai Pak Sumarsono berada di Jalan Puri Anjasmoro Nomor 54. Kedai tersebut hampir selalu buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga tengah malam, dengan harga seporsi gongso sekitar Rp 25 ribuan.

Babat Gongso Pak Sabar

Masih ada satu lagi yang layak dicoba yakni kedai nasi goreng Pak Sabar yang berada di Jalan Depok. Kedai tersebut sejatinya merupakan spesialis tahu pong, satu kuliner yang juga khas Semarang. Namun, pengnjung bisa memesan nasi goreng babat atau babat gongsonya.

Buka dari sore hingga menjelang tengah malam, seporsi makanan di sana hanya dibanderol sangat bersahabat dengan kantong.

agendaIndonesia

*****

Ayam Taliwang Dan 3 Menu Sumbawa Barat

Makanan Khas Taliwang

Pernah menikmati sajian ayam Taliwang? Menu ini ada di banyak kota di Indonesia, namun pernahkah pernahkah membayangkan menikmatinya di tempat aslinya?

Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, terkenal dengan deretan pantai-pantainya yang berpasir putih. Juga gulungan ombaknya yang mengundang para peselancar dari berbagai dunia datang. Bagi mereka yang bukan pecinta selancar dan lebih menikmati kulinari dalam perjalanannya, Sumbawa Barat punya olahan dapur yang menarik dicicipi. Dipadu dengan nasi, ada empat pilihan yang khas kabupaten ini. Soal rasanya, tentu tak perlu diragukan. Semua jempolan! 

Ayam Taliwang Yang Asli

Sop Tulang Plus Sedotan 

Lazimnya sedotan disediakan ketika ada suguhan minuman. Tapi di RM Sayang Anak, Taliwang, sedotan juga disertakan dalam mangkuk berisi sop tulang. Rupanya, sedotan di sini bisa digunakan untuk mendapatkan sumsum yang berada di bagian dalam tulang. Maklum, yang disajikan lengkap berupa tulang berukuran besar. Kikil terasa empuk dan kuahnya gurih. 

Meski, saat saya datang, yang diolah hanya kaki dan kikil dari sapi. “Aslinya memang kerbau, tapi kadang sukanya tamu juga, jadi, ya, sekarang kebanyakan sapi,” ujar Lindayani, 43 tahun, pemilik rumah makan. Ia menyebut, yang membedakan adalah kaki kerbau biasanya ukurannya lebih besar dibanding kaki sapi. Untuk cara pengolahannya, tulang direbus dulu dengan dibubuhi bumbu, seperti jahe, merica, bawang merah, dan penyedap rasa. Manakala telah empuk dan dibuat sop, diberi lagi bumbu yang ditumis lebih dulu. Per porsi satu mangkuk sop ini dipatok di kisaran Rp 25 ribu. 

RM Sayang Anak 

Jalan Raya Taliwang Balat, Taliwang, Sumbawa Barat,

Buka: Pukul 10.00-21.00

Ayam Taliwang di Tempat Asalnya

Taliwang, kota kecamatan yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Sumbawa Barat, namanya sudah kesohor. Menyebut namanya pasti kebanyakan orang sembari menahan air liur. Maklum, yang dikenal adalah ayam Taliwang. Olahan ayam kampung dengan bumbu berasa pedas bikin orang ketagihan. Jadi rasanya belum komplet kalau belum mencicipi sajian tersebut saat berada di kota ini. Saya pun saat menelusuri kota ini, ada beberapa warung tenda ayam Taliwang. Hidangan khas ini juga menjadi menu di sejumlah rumah makan. 

Nah, di antaranya yang bisa menjadi pilihan adalah Rumah Makan Totang Rasa dan Warung Taliwang Mbak Nur, warung tenda yang lokasinya juga tak jauh dari Totang Rasa. Tersedia ayam yang diolah dengan cara digoreng atau dibakar, tentu yang membikin rasanya kian mantap adalah bumbunya. Terdiri atas cabai, terasi, bawang merah, asam jawa, dan sedikit gula, yang membuahkan aroma sedap. Rasa pedasnya pun sudah pasti bikin nafsu makan melonjak. Ayam ini diolah dengan cara dibakar lebih dulu, kemudian dikeprek, lantas diberi bumbu, lalu dibakar lagi. Per porsi berupa satu ekor ayam kampung dipatok pada kisaran Rp 35 ribu. Lebih nikmat lagi dilengkapi dengan plecing kangkung, yakni paduan kangkung, tauge, dan kacang tanah goreng yang diguyur sambal. 

RM Totang Rasa 

Jalan Jenderal Sudirman Nomor 51, Taliwang, Sumbawa Barat

Buka: Pukul 08.00-21.00

Warung Taliwang Khas Lombok Mbak Nur , Jalan Jenderal Sudirman, Taliwang, Sumbawa Barat 

Sepat nan Segar

Ikan berkuah di hadapan saya ini sekilas tidak terlalu menarik. Dikenal sebagai olahan sepat, akhirnya saya pun mencobanya dan rasanya ternyata sedap dan menyegarkan. Inilah hidangan ikan khas Sumbawa. Bisa menggunakan jenis apa saja, bisa kerapu, kakap merah atau putih, bisa juga yang lainnya. Ikan terlebih dulu dibakar, baru disiapkan bumbu yang terdiri atas cabai, bawang merah yang dibakar, belimbing wuluh, jeruk munte, tomat, serta daun aru dan daun ruku atau di daerah lain dikenal dengan daun kemangi. Disiapkan bahan lain juga berupa terung ungu yang dibakar terlebih dulu. Hasilnya, ikan yang lembut dengan kuah yang bening tapi segar. Aroma wangi dari dedaunan yang ditambahkan pun menambah rasa sedap. Per porsi 14 ribu. 

RM Sayang Anak Jalan Labuhan Balat, Bugis Taliwang, Sumbawa Barat

Buka: Pukul 10.00-21.00

Singang Berkuah Kuning

Sama-sama ikan, tapi antara singang dan sepat dari tampilannya saja sudah berbeda. Bila sepat terlihat kuahnya yang bening dengan potongan cabai, dedaunan, dan belimbing wuluh, singang yang menonjol adalah kuahnya yang berwarna kekuningan. Berbahan ikan, bisa pilih tergantung selera. Bisa berupa ikan bandeng, kakap, atau yang lain. Bumbunya terdiri atas cabai merah, bawang putih, bawang merah, merica, kemiri, kunyit, asam jawa, serta daun ruku. Ikan berkuah kuning ini berasa lebih gurih ketimbang sepat. Meski tetap terasa ada sedikit rasa asam dan pedas. 

RM Sayang Anak 

Jalan Labuhan Balat, Bugis 

Taliwang, Sumbawa Barat

Buka: Pukul 10.00-21.00

Rita N/Fran

Masakan Pariaman, 60 Kilo Dari Padang ke Nusantara

Masakan Pariaman, Sumatera Barat, membawa harum daerah ini ke seluruh Nusantara.

Masakan Pariaman, yang merupakan daerah pesisir di Provinsi Sumatera Barat, dikenal menawarkan kelezatannya di seluruh pelosok Indonesia. Sebagian besar rumah makan Padang yang tersebar di tanah Air dibuka oleh para perantau asal Pariaman, kota yang berjarak hanya sekitar 60 kilometer dari kota Padang.

Masakan Pariaman

Nama Padang memang lebih dikenal dibandingkan Pariaman. Namun, di kampung para juru masak andal ini, tentunya ada pilihan berlimpah hidangan asli Pariaman. Walhasil, bila berlibur di kota ini, wisatawan tak hanya menikmati keindahan pantainya, tapi juga berwisata kuliner dengan sajian pilihan seperti berikut ini.

Masakan pariaman menjadi wakil kuliner Sumatera Barat ke seluruh Indonesia.
Nasi Sek Pariaman, murah meriah dan mengenyangkan. Foto: Dok. TL

Nasi Sek Pariaman

Inilah hidangan terpopuler di Pantai Gandoriah, Pariaman. Banyak yang menjualnya di kedai-kedai kecil dengan meja dan kursi di tempat terbuka, di bawah rindangnya pohon cemara laut. Nasi sek adalah kependekan dari nasi “seratus kenyang”. Dulu sekali harganya memang Rp 100 per bungkus. Kini dipatok Rp 4 ribu-5 ribu. Sekepal nasi panas dibungkus daun pisang dengan lauk sala ikan atau sala cumi.

Sala ikan dan cumi adalah ikan dan cumi
yang digoreng dengan tepung beras berbumbu. Bumbu sala ikan dan cumi ini cukup sederhana, yaitu tepung beras, kunyit, garam, dan jeruk nipis. Bumbu tersebut dibalurkan pada ikan dan cumi, lalu langsung digoreng dan dihidangkan panas-panas.

Gurih dan segar karena ikannya langsung dibeli dari nelayan pagi-pagi di Pantai Gandoriah. Nasi sek dan sala ikan serta cumi ini dilengkapi dengan urap daun singkong dan tauge, serta sambal lado tomat, yang dibuat dari cabai, bawang, dan tomat rebus yang digiling kasar.

Di Pantai Gondariah terdapat belasan pondok lesehan tempat makan nasi sek yang menghadap ke laut. Harga satu porsi, yang terdiri atas lima bungkus nasi dan sepiring sala serta urap dan sambal lado, adalah Rp 25 ribu.

Kedai Nasi Sek; Pantai Gandoriah, Pariaman


Gulai Kepala Ikan Pauh

Yang satu ini, khususnya kepala ikan karang, juga menjadi ciri hidangan di rumah makan Pariaman. Daerah Pauh di Pariaman memang terkenal dengan gulai ikan karang. Bahkan banyak rumah makan di kota besar membuka rumah makan dengan nama Pauh, dengan sajian andalan gulai ikan karang.

Salah satu rumah makan yang khusus menjual gulai ikan karang ini adalah Kedai Nasi Pauh. Menggunakan bangunan lama dari kayu dan cukup luas, rumah makan ini menyuguhkan gulai kepala ikan yang masih panas karena baru dibuat pagi harinya di atas tungku kayu di dapur rumah.

Gulai ikan karang berkuah merah, dengan santan yang tidak terlalu pekat. Bumbunya yang berupa bawang merah dan bawang putih yang digiling kasar, serta cabai rawit hijau yang dibiarkan utuh, membuat gulai terasa makin segar. Dibikin lebih khas dengan tambahan daun ruku-ruku, kunyit, serai, dan asam kandis. Hanya cabai merah, jahe, lengkuas, dan kunyit yang digiling halus. Kepala ikan karang yang disajikan biasanya ikan kakap yang berkulit tebal, tapi setelah dimasak menjadi kenyal. Gulai ini tidak terlalu pedas, bila ingin pedas, silakan gigit cabai rawitnya.

Kedai Nasi Pauh; Jalan DR. M. Djamil, Pariaman

masakan Pariaman lebih dikenal sebagai masakan Padang.
Aneka masakan tradisional Pariaman, Sumatera Barat. Foto: Dok. shutterstock

Katupek Gule Tunjang

Hidangan ini bisa ditemukan di Los Lambuang, Pasar Kuraitaji. Tak jauh

dari Kota Pariaman, berada di jalan utama di pesisir Pariaman arah ke Tiku dan Pasaman. Berbeda dengan ketupat atau lontong yang biasanya disajikan dengan sayur nangka, pakis, atau buncis. Seperti namanya, ketupat gulai tunjang ini disajikan dengan gulai tunjang.

Tunjang adalah kaki sapi yang direbus lama hingga empuk, mirip kikil, tapi lebih tebal, kenyal, dan lembut. Kalau kikil lebih keras karena kulit luar sapi, tunjang ini “dagingnya” kaki sapi dan yang melekat ke tulang.

Seporsi ketupat disiram gulai dengan kuah yang tidak terlalu merah, berisi beberapa potong cubadak atau nangka muda, dan beberapa potong tunjang. Di atasnya ditambahkan kerupuk merah. Gulai tunjangnya juga empuk dan kenyal. Sungguh perpaduan yang unik antara ketupat, gulai tunjang,
dan gulai nangka. Gulai tunjang dimasak menggunakan bumbu rempah yang sangat beragam, dari ketumbar, kemiri, merica, sampai kapulaga. Tak mengherankan rasa rempahnya begitu kuat.

Katupek Gulai Tunjang Kuraitaji; Pasar Kuraitaji, Pariaman

Pasar Tiku, sekitar 1 kilometer dari Pasar Kuraitaji, Pariaman.

Katupek Gulai Sempadeh

Dulunya Tiku bagian dari Pariaman, tapi kemudian digabungkan dengan

Kabupaten Agam. Katupek gulai sampadeh ini dijual di pinggir jalan raya di Pasar Tiku. Ada tiga kedai yang menjualnya. Sajian ini berbeda dengan hidangan ketupat lain karena kuahnya pedas tanpa santan, menggunakan gulai sampadeh atau gulai asam pedas khas masakan Pariaman.

Dalam satu porsi ada tiga ketupat yang diguyur kuah asam pedas berwarna merah dengan potongan labu siam dan ikan laut yang kecil-kecil. Sekilas penampilannya kurang menarik. Namun, pada suapan pertama,

Anda mendapat kejutan. Ternyata ketupatnya gurih, seperti nasi uduk, pas sekali dengan kuahnya yang asam, pedas, dan segar. Desi, penjualnya, menyebutkan ketupatnya gurih karena dimasak dalam santan yang kental. “Anduang (nenek) saya dulu sudah menjual katupek sampadeh ini,” kata seorang pedagang di sana. Ia generasi ketiga yang menjual ketupat gulai sampadeh di Tiku.

Kedai Katupek Gulai Sampadeh; Pasar Tiku, Agam

Memang ada banyak hidangan yang dapat wisatawan coba ketika berwisata ke Pariaman. Namun, untuk minumnya, jangan lupa minuman khas yang amat populer, teh talua atau teh telur. Minuman ini umumnya disediakan di setiap rumah makan atau warung ketupat yang menjual sajian sarapan.

TL/agendaIndonesia

*****

3 Jajanan Pagi Bali di Pasar Ubud

BR2016042714

Ubud, Gianyar, Bali memang mempunyai segudang pesona, bahkan jika Anda menyusuri pasar tradisionalnya. Meski sekarang terlihat lebih padat karena belum renovasi setelah terbakar pada 2016. Rencananya, tahun ini Pemerintah Daerah Gianyar akan melakukan revitalisasi. Namun, dalam kondisi padat sekalipun, mencicipi jajanan pagi Bali di pasar saat sarapan tentunya tetap menarik untuk dinikmati. Pilihannya kali ini ke pasar tradisional Ubud.

Pilihan Jajanan Pagi Bali

Bagi yang tidak biasa jalan atau melanglang ke pasar-pasar tradisional, mungkin tawaran sarapan di tempat seperti ini kurang menarik. Bayangan pasar yang sumpek dan mungkin becek bikin tidak nyaman memilihnya. Tapi bagaimana jika tak perlu masuk-masuk?

Di pasar tradisional Ubud, pengunjung tak perlu masuk ke bagian dalam, karena para penjual sarapan ini berada di bagian luar, atau emperan toko di bagian depan. Turun dari kendaraan umum, atau parkiran kendaraan pribadi, pengunjung sudah dapat melihat pedagang jajanan menggelar dagangannya.

Sedikitnya ada tiga pilihan yang khas, yakni bubur Bali, nasi campur, dan jajanan yang manis. Umumnya berdagang dari pukul 04.00-10.00, meski ada juga yang bertahan hingga siang hari. 

Bubur Rasa Pedas 

Ini bukan bubur biasa. Tampilannya memang berbeda dengan bubur yang biasa ditemui di Jakarta atau Pulau Jawa pada umumnya. Di pasar ini, ditempatkan dalam selembar daun pisang dengan cara dipincuk, bubur dari beras putih itu nyaris tak terlihat karena di bagian atas bertumpuk macam-macam olahan. Di antaranya sambal Bali, bawang goreng, serundeng, urap yang terdiri atas tauge, daun singkong, rumput laut, dan telur pindang. Rasa pedasnya tentu menonjol. 

Saya bertemu dengan Gusti Biang Ayu dari Taman Unud. Ia mengaku sudah berjualan bubur Bali sejak kelas 6 SD. Saat itu yang membuat olahan buburnya adalah ibunya sendiri. Kini tentunya ia membuat sendiri, mengikuti jejak ibunya. Ia duduk berjajar dengan ibu-ibu penjual sajian lain sejak pagi hingga pukul 10.00. Per porsi dipatoknya pada kisaran Rp 5.000.

Nasi Campur Plus Ayam Suwir 

Nasi rames khas Bali ini pun bisa ditemukan di sini. Dalam porsi yang ringan bisa ditemukan di bagian depan, tapi di bagian dalam pun ada warung-warung yang menjajakan dengan menu lengkap. Nah, untuk sarapan yang tidak berat tentunya lebih baik yang simpel, yang dijual para ibu yang berdagang di emperan.

Mirip gambaran nasi campur atau nasi rames di tempat lain. Satu porsinya terdiri atas ayam suwir bumbu Bali yang rasanya pedas, orek tempe, mi goreng, serundeng, dan telur pindang. Untuk memulai hari, rasanya cukup mengenyangkan. Soal harga, satu porsinya cukup merogoh kantong sebesar Rp 5.000. Murah bukan?

Ingin nasi campur dengan pilihan lauk berlimpah? Coba masuk ke bagian dalam, ada deretan warung dengan tawaran nasi campur, dengan lauk berpiring-piring. Cuma hati-hati bagi yang Muslim, kadang ada makanan-makanan yang tidak halal. Seperti yang dijajakan Bu Ketut dari Tegalalang, ada telur pindang, sosis babi, jeroan ayam yang digoreng dengan mi telur, ikan asin, sayur nangka, dan ayam merah. Berjualan dari pukul 04.00 hingga pukul 13.00, per hari ia mengolah 10 ekor ayam. Per porsi dijual Rp 10-20 ribu. 

Jaje Bali yang manis 

Ingin memulai hari dengan hidangan manis? Ada beragam pilihan juga di Pasar Ubud. Dikenal sebagai jaje atau jajanan Bali. Dalam satu wadah, seperti yang dijual Made Musti, 56 tahun, ada beberapa olahan. Perempuan asal Gianyar itu menyebutkan satu per satu dagangannya, seperti batun bedil yang mirip seperti kolak biji salak. Selain itu, ada jajan ketan—olahan ketan yang dibubuhi kelapa muda,laklak alias serabi hijau berukuran kecil, dan bubur injin yang terbuat dari ketan hitam. 

Setiap pedagang yang menjajakan olahan manis ini memang mempunyai satu wadah khusus untuk bermacam-macam bubur. Tak hanya bubur ketan hitam, ada juga bubur sumsum yang berwarna hijau karena dibubuhi air daun pandan. Hingga aromanya pun tercium khas. Ibu Mudri dari Klungkung mengaku menjual per hari hingga 100 bungkus aneka bubur rasa manis buatannya sendiri tersebut.

Rita N.

Menoreh Restaurant, 1 Kuliner di Kawasan Borobudur

Interior Menoreh Restaurant

Plataran Heritage Borobudur, Hotel & Convention Hall, memang seperti dikepung bukit dan persawahan. Selain perbukitan Tidar di sekitar Magelang, jauh di depannya, terlihat Bukit Menoreh. Mungkin karena itu, tempat makan di hotel tersebut menggunakan nama Menoreh Restaurant. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Candi Borobudur.

Interior Menoreh Restaurant

Sesuai dengan tema hotel yang bergaya kolonial, restoran ini pun berhias pernak-pernik jadul alias jaman dulu. Timbangan lawas salah satunya. Kemudian juga keramik-keramik tinggi, yang biasanya sebagai tempat minum, menjadi hiasan di antara wadah-wadah dari tanah liat pada tatanan menu prasmanan. Pada salah satu keramik, tertulis Bacterievrij Akiz-Filter, sementara yang lain ada yang berlukiskan pohon nyiur dan beberapa polos tanpa tulisan ataupun gambar. Piring keramik kuno pun menghiasi salah satu dinding. 

Seluruh tatanan dan dekorasi ini memberi kesan kuat nuansa masa lalu. Terutama kaitannya dengan jaman Belanda. Tak cuma dekorasi, interiornya pun memperkuat kesan masa lalu itu.

Tak ketinggalan, di bagian bawah pun dipasangi ciri khas jadul berupa ubin warna-warni model lama. Dari putih-hitam sampai yang penuh ornamen dalam beberapa warna. Semua hiasan klasik itu terlihat harmonis dan membuahkan kenyamanan. 

Kursi-kursi makan dipilih berbentuk simpel dalam warna cokelat tua. Tentunya tak memberi kesan terlalu formal. Di sanalah saya duduk dan langsung memesan teh jahe yang hangat untuk memulihkan tubuh setelah perjalanan panjang dari Jakarta, sembari menunggu hidangan utama dari resto yang menyuguhkan menu Indonesia dan Asia ini. Untuk yang memilih menu prasmanan, ada minuman lokal yang tidak boleh terlewatkan, yakni kunyit asam yang rasanya menyegarkan. Selain itu, tersedia beras kencur. Restoran bisa disambangi saat sarapan, makan siang, dan malam. Jam operasional memang cukup panjang, yakni pukul 06.00-23.00. 

Siang itu, pilihan menu Saya adalah gurame asam manis. Ikan gurame yang dibalut tepung terasa gurih tanpa rasa amis. Dan tentunya guyuran saus asam manis yang menyegarkan. Pilihan yang tepat untuk makan siang. Gurame asam manis memang salah satu menu unggulan meski bukan satu-satunyaandalan. Masih ada pilihan lain, seperti nasi uduk komplet. Nasi yang gurih ini dipadu dengan ayam goreng, potongan telur dadar, sambal kacang, irisan mentimun, dan yang mengejutkan ada beberapa keping jengkol. 

Bila tak ingin icip-icip hidangan lokal, Menoreh juga menawarkan olahan Asia. Penggemar nasi briyani, misalnya, bisa memilih prawn sauteed brochette, yang tak lain adalah paduan nasi briyani dengan udang bakar, mango chutney, dan yogurt tanpa rasa. Soal yogurt ini, Menoreh memproduksinya sendiri. Rasanya lembut. Untuk penutup hidangan, bisa juga ditemukan yogurt dengan berbagai rasa di menu prasmanan. 

Bila singgah saat makan malam, pilihan bisa dijatuhkan pada Duo of Australian Lamb, dua potong daging kambing yang penampilannya terlihat cantik karena ditemani eggplant-ratatouille involitinidan pommes gratin. Untuk bagian akhir, ada yang manis, yang membuat acara bersantap menjadi berkesan. Chef Iqbal Batubara, sang maestro di dapur hotel ini, menawarkan baked pear surprise, buah pear panggang yang dipadu dengan saus berry, juga coffee trio, paduan tiga sajian coffee panna coltacoffee and chocolate tart, dan mocha parfait. Lengkap sudah! 

Rita N

Kuliner Sarinah Baru, 7 Yang Legendaris

Kuliner Sarinah baru menjadi pilihan menikmati kuloner legendaris

Kuliner Sarinah baru sedang popular di Jakarta April  2022, selain di pusat jajan Pantjoran di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Setelah proses renovasi sejak 2020, Mall Sarinah akhirnya resmi dibuka untuk umum pada Senin 21 Maret 2022 pukul 10.00 WIB.

Kuliner Sarinah Baru

Saat ini, terutama sejak pelonggaran pembatasan pergerakan penduduk, Sarinah beroperasi setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. Karena itu, bagi yang ingin melihat wajah baru mal ini bisa segera menyambanginya. Ada banyak gerai produk-produk UMKM, cocok untuk melihat sisi lain pusat perbelanjaan modern di Jakarta.

Kuliner Sarinah baru menyompan sejumlah gerai makanan yang legendaris.
Gedung Mal Sarinah di kawasan Tamrin, Jakarta. Foto: Dok. shnutterstock

Selain area sekeliling mal yang lebih asri, Sarinah merupakan salah satu tongkrongan favorit masyarakat Jakarta saat ini karena bisa dijangkau menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta dan MRT. Pasca-renovasi gedung Sarinah pun memiliki banyak perbedaan dibandingkan bentuk lamanya karena lebih fresh dan modern.

Area terbaru yang buka sejak 1 April lalu adalah Sarinah melengkapi fasilitas dengan menghadirkan sederet restoran serta kafe. Tempat makan tersebut menyajikan kuliner tradisional hingga modern. Terdapat lebih dari 40 tenant di Pasar Nusantara yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Menariknya, Pasar Nusantara yang ada di lantai basement ini juga menjadi surganya kuliner legendaris.

Lalu kuliner Sarinah baru apa saja yang legendaris?

Gudeg Yu Djum

Salah satu kuliner Sarinah baru adalah gudeg Yogyakata. Yang ini sudah lama ditunggu untuk membuka cabang di Jakarta, ia adalah salah satu gedeg terkenal, yang awalnya, ada di jalan Wijilan adalah Gudeg Yu Jum. Nama Yu Djum berasal dari Djuwariah. Yu Djum mulai membuka kedainya di jalan Wijilan sejak 1950. Jenis gudegnya adalah gudeg kering. Salah satu rahasia kegurihan gudeg Yu Djum adalah gudegnya dimasak di kompor model lama yang apinya dari kayu bakar.

Kuliner Sarinah baru di antaranya ada cabang pertama Gudeg Yu Djum di Jakarta.

DI Yogya gudeg Yu Djum masih beroperasi sampai saat ini dan memiliki banyak cabang. Sama dengan yang di Yogya, di Sarinah pun macam-macam menu gudeg yang dihidangkan; misalnya nasi gudeg, gudeg kendil, dan gudeg besek. Telur yang digunakan dalam gudeg adalah telur bebek asli. Seperti biasa, gudeg ini dilengkapi juga dengan krecek, potongan ayam kampung, dan areh.

Lontong Balap Ria Surabaya

Lontong balap merupakan makanan khas Surabaya. Makanannya terdiri dari lontong, tauge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Lontong yang telah diiris lalu ditumpangi irisan tahu dan beberapa lento, kemudian ditumpangi kecambah/tauge setengah matang, setelah itu disiram kuah secukupnya, sambal dan kecap sesuai selera. Makanan ini dihidangkan berikut beberapa tusuk sate kerang.
Salah satu yang terkenal adalah lontong balap Ria, ini bukan nama pemiliknya tapi berasal dari lokasinya. Dulu gerainya ada di Bioskop Ria. Saking terkenalnya, bahkan ketika bioskopnya sudah tak ada, nama warungnya masih saja bertahan.

Konon gerai kuliner ini mulai buka sejak 1958 di area Bioskop Ria, Surabaya. Lontong Balap Bioskop Ria Surabaya ini sangat terkenal di ibukota Jawa Timur itu, meskipun di berbagai sudut Kota Surabaya kita dengan mudah dapat menemukan gerai kuliner yang menyajikan lontong balap. Kini pecintanya di Jakarta bisa memanjakan lidah di kuliner Sarinah baru.

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang merupakan salah satu makanan khas Sumatera Barat yang paling popular. Tentu tak hanya bisa ditemui di daerah asalnya tetapi bisa juga didapatkan di tempat–tempat lain. Sate Padang Mak Syukur adalah salah satu warung sate yang paling populer, dibuktikan dengan ramainya tempat ini dipenuhi para pengunjung yang selalu tak sabar menyantapnya.

Kuliner Sarinah baru tak lengkap jika tak menyediakan sate Padang.

Hidangan sate ini sudah ada sejak 1941 dan sangat terkenal di Sumatera Barat. Sate Mak Syukur menghidangkan sate daging sapi yang diternak di Padang Panjang. Tak lupa dilengkapi kuah kental gurih nan kaya rempah dan potongan ketupat.

Mungkin gerai sate Padang Mak Syukur di Jakarta sudah lama ada dan ada di sejumlah lokasi. Namun, jika sedang menikmati kuliner Sarinah Baru, tak ada salahnya menjadikannya pilihan.

Gado-gado Betawi Boplo

Ada banyak gado-gado di Jakarta yang terkenal, namun yang pasti salah satunya adalah Gado-gado Boplo. Gado gado legendaris Boplo sudah menjadi andalan para warga Jakarta sejak lama. Makanan betawi ini dilengkapi dengan sayuran rebus, yang disiram bumbu kacang gurih nan kental. Terdapat pula tambahan telur rebus dan lontong yang bikin kenyang.

Kisah awalnya, Gado-gado Boplo hanya berupa warung kecil yang buka di gang sempit di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada tahun 70-an. Namun lambat laun, Ibu Juliana Hartono mengembangkan bisnisnya bersama putranya, Celvin Hartono, mengantar hidangan gado-gado mereka ke restoran. Kini cabangnya ada di sejumlah lokasi, termasuk kini di kuliner Sarinah baru.

Soto Betawi H. Mamad

Hidangan soto ala Betawi sepertinya cocok untuk makan siang maupun malam. Soto Betawi H. Mamad ini yang sudah berdiri sejak tahun 60-an, ia menjadi khas karena memiliki cita rasa kuah gurih santan, segar, dan isian melimpah. Menu legendarisnya adalah soto oseng-oseng, yang kuahnya bisa kamu pilih mau santan atau bening.

Nasi Goreng Kambing Kebun Sirih

Nasi goreng jadul ini masih populer kenikmatannya hingga sekarang, walaupun sudah turun ke generasi ketiga. Makanan legendaris yang khas dengan bumbu nasi goreng kaya rempah dan harum bak kari ini juga dilengkapi potongan daging kambing empuk, acar asinan, dan emping.

Banyak bloger makanan yang jatuh hati kepada masakan yang sekali masak bisa untuk puluhan porsi. Ia bisa menjadi pilihan makan malam di Pasar Nusantara di kuliner Sarinah baru.

Sari Ratu

Sari Ratu adalah salah satu restoran Padang yang terkenal enak. Ia bisa dibilang ratunya masakan Padang di Jakarta sebelum era Sederhana, Pagi Sore dan lainnya. Hidangan-hidangannya yang selalu segar sampai dan autentik. Cocok untuk menu makan siang. Aahh.. ia cocok untuk makan kapan saja.

Ayo agendakan kulinermu di Pasar Nusantara Sarinah.

agendaIndonesia

*****

Olahan Dapur Banten, 5 Yang Bikin Ngiler

Olahan dapur banten banyak yang nikmat, sayang masih belum cukup dikenal secara luas.

Olahan dapur Banten belum banyak beredar di banyak daerah. Yang paling terkenal tentu saja sate bandeng. Begitupun, sesungguhnya ada cukup banyak masakan khas Banten yang layak menjadi makanan untuk diburu para pecinta kuliner. Tentu saja karena nikmat rasanya. Mungkin perlu kampanye terus menerus agar masakan Banten selain nikmat juga sepopular masakan dari daerah lain.

Olahan Dapur Banten

Keunikan rasa dari rempah pilihan yang ada disekitar menjadikannya terasa istimewa. Kuliner khas banten juga bisa manjadi pilihan oleh oleh. Dari sate lilit kerbau yang empuk, sampai hidangan para sultan. Kadang lokasinya tak jauh dari Jakarta.

Tidak terlalu jauh dari Bandara International Soekarno-Hatta, sejumlah kawasan dari provinsi Banten sejatinya bisa jadi alternatif tujuan wisata yang menarik. Ada wisata pantai, spiritual, budaya, sampai konservasi fauna langka. Kulinernya pun tak kalah beragam. Dari olahan ikan laut, daging sapi dan kambing hingga hidangan para Sultan Banten pada masa kejayaan dulu.

Rabeg, Olahan Kambing

Yang satu ini biasanya hanya disajikan saat pesta pernikahan, akikah, dan sunatan. Konon dulu merupakan kesukaan para Sultan Banten. Kini, rabeg menjadi menu khas masyarakat, terutama Serang dan Cilegon. Bedanya, rabeg khas Serang memakai bumbu yang sudah dihaluskan, sedangkan rabeg khas Cilegon bumbunya dirajang.

Dilihat sekilas, mirip semur daging khas Betawi. Tapi kuah rabeg lebih kental. Bahan baku utamanya daging dan jeroan kambing. Disajikan dalam piring mungil, dengan bumbu rempah yang begitu terasa. Sayang, hanya ada beberapa rumah makan khusus rabeg di Serang. Jadi Anda harus jeli jika ingin mencoba mencicipinya.

Pondok Makan Endah Sari; Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17, Panacangan, Serang

Olahan dapur Banten, selain dari ikan ada juga yang berbahan sapi dan kambing.
Angeun Lada, masakan khas Banten yang mengunakan jerohan dan iga sapi. Foto: Dok. shutterstock

Angeun Lada Dengan Jerohan Sapi

Dalam Bahasa Indonesia, sajian yang satu ini berarti sayur pedas. Namun, aslinya, masakan ini setelah dicicipi, rasanya tidak pedas, meskipun kuahnya berwarna merah. Tentu ada sensasi rasa lada. Pada masakan yang kekinian, ada tempat makan yang menambahkan irisan cabe rawit agar rasanya memang pedas.

Tidak ditemukan juga sayuran di dalam mangkuknya. Yang ada hanya jeroan daging sapi yang dibubuhi bumbu. Kadang ada pula yang menggunakan iga sapi. Sajian ini banyak ditemui di rumah makan khas Pandeglang. Konon, olahan yang satu ini memiliki khasiat meningkatkan vitalitas kaum pria.

Rumah Makan Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Otak-otak Ikan Tenggiri

Daerah Labuan memiliki kuliner yang khas, yakni otak-otak. Teksturnya lembut karena terbuat dari ikan tenggiri yang diaduk merata dengan tepung tapioka, santan, bawang putih, merica, gula pasir, dan garam. Dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar di atas arang, menimbulkan aroma yang menggugah selera. Bisa dipadu bumbu kacang yang telah diberi perasan air jeruk limau. Ehm… pedas tapi segar rasanya.

Rumah Makan Ibu Entin; Jalan Jenderal Sudirman; Depan Pegadaian Labuan, Banten

Olahan dapur Banten punya banyak variasi, ada sop ikan gurameh selain sate bandeng.
Sop ikan gurameh khas Banten. Foto: dok. shutterstock

Sop Ikan

Spanduk berukuran cukup besar bertuliskan Sop Ikan Rumah Makan Taman Taktakan beberapa kali sempat saya temui selama berpelesir ke beberapa kabupaten di Provinsi Banten. Bagi penggemar makanan laut, sop ikan ini kiranya patut dicoba. Yang unik, sajian ini dibuat jika ada yang memesannya saja. Jadi benar-benar baru dimasak dan ikannya masih segar.

Dalam satu porsi terdapat delapan potong ikan kuwe dan bisa dinikmati untuk empat orang. Tambahan potongan cabe rawit, bawang bombay, tomat hijau, dan daun kemangi memberi rasa segar dan pedas pada olahan ini. Jika ingin dibawa pulang, pengelola rumah makan juga menyediakan termos agar kehangatan sop ikan tetap terjaga.

Rumah Makan Taman Taktakan; Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani; Depan KP3B Provinsi Banten

Sate Lilit

Jika kita memesan satu porsi sate biasanya berisikan 10 tusuk. Namun sate lilit Emak Yayah ini berbeda. Satu porsinya hanya berisikan satu tusuk! Maklum saja, potongan dagingnya lumayan besar: kira-kira seukuran jempol dewasa. Sementara panjang tusuk satenya diperkirakan sekitar 30 sentimeter. Daging kerbau itu sangat empuk. Menurut Emak Yayah, makanan yang biasanya disajikan saat Hari Raya Idul Fitri itu sebelumnya direndam rempah-rempah selama empat jam. Oh, pantas saja!

RM Emak Yayah; Jalan Raya Serang, Pandeglang; Dekat SPBU Cadasari

Andry T./TL/agendaIndonesia

****

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan, 2 Khas Banjarmasin

Pasar Apung Lok Baintan

Soto Banjar dan ketupat Kandangan rasanya dua menu yang harus dicicipi jika wisatawan berkunjung ke Banjarmasin. Tentu saja jika ke ibukota provinsi Kalimantan Selatan ini, tak sah jika tidak datang ke Pasar Terapung Lok Baintan yang sudah terkenal di kalangan wisatawan. 

Keberadaan pasar di atas sungai ini memang unik dan khas di kota yang dikelilingi sungai-sungai tersebut. Namun, seperti disebut di muka, tentu masih ada pilihan lain yang tak kalah menarik, terutama kulinari untuk lidah para pelancong. 

Soto Banjar dan Ketupat Kandangan

Olahan khas lokal yang bisa membuat perut terasa kenyang pun banyak diburu turis, lokal maupun mancanegara. Bisa dimulai dengan sarapan. Pilihannya yang biasa-biasa saja, sesuai kebiasaan masyarakat setempat adakah nasi kuning yang memang menjadi menu favorit pada pagi hari.

Ciri khas nasi kuning Banjar berupa ikan haruan atau secara umum dikenal sebagai ikan gabus yang diolah dengan bumbu habang (merah) khas dapur setempat. Menu lain berupa telur dan ayam. Biasanya,menu pagi ini bisa ditemukan di warung-warung. Ada pula di restoran-restoran yang ingin memberi compliment pengalaman kuliner bagi pengunjung yang tak sempat keluyuran ke wilayah perbelanjaan.

Ada juga menu lain, soto Banjar. Siapa tak kenal dengan soto Banjar? Soto berbahan ayam, telur, dengan kuah berbumbu rempah ini pun bisa dijadikan menu untuk memulai hari Anda di Banjarmasin. Biasanya,yang menjadi pelengkapnya adalah perkedel dan jeruk nipis, yang membuat kuah soto yang berbahan susu itu menjadi lebih segar.

Nah, soto ini bikin perut benar-benar terisi penuh karena dipadu dengan lontong. Tentu tak harus dengan lontong. Jika hanya ingin mencicipi sotonya, perkedel kentang sebagai pelengkapnya sudah cukup mengisi perut.

Bagi yang ingin menikmatinya, ada beberapa warung atau resto yang cukup terkenal. Yang pertama adalah Soto Banjar H. Anam Ayam Bakupah di kawasan Sungai Baru. Pilihan lainnya adalah Depot Soto bang Mamat atau Soto Bawah Jembatan di kawasan Banua Anyar.

Satu lagi menu yang tergolong top adalah ketupat Kandangan. Dari nama, jelas makanan itu berbahan ketupat. Sedangkan Kandangan tak lain adalah nama daerah di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Ciri khas menu ini juga pada padanannya berupa ikan haruan atau gabus. Jenis ikan ini diolah dengan cara dipanggang lebih dulu,baru dimasak dengan kuah santan dengan bumbu rempah,seperti lada, cengkeh, pala,dan kapulaga. Tak hanya menjadi pilihan di pagi hari, sajian ini juga bisa menghilangkan rasa lapar pada siang dan malam hari. 

Setelah sarapan dengan menu berat tersebut, Anda bisa memulai perjalanan keliling Banjarmasin dengan penuh semangat. Setelah menengok pasar terapung, mungkin bisa melihat Masjid Sultan Suriansyah, Masjid Sabilah Muhtadin, Pantai Angsana, Menara Pandang Banjarmasin, Museum Wasaka dan lain-lain. 

Untuk melihat obyek wisata alam, selain ke Bukit Meratus, Anda bisa menuju ke arah luar kota. Seperti ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjajal arung jeram dengan rakit bambu di Sungai Loksado serta aktivitas luar ruang lain. Selain itu, bisa keliling kota terdekat, seperti Banjarbaru, sembari melihat dari dekat sasaringan yang merupakan kerajinan khas provinsi ini.

Ada cukup banyak penerbangan dari Bandar Udara International Soekarno Hatta yang menuju ke Banjarmasin. Wisatawan bisa memilih sesuai keinginan. l

PENERBANGAN  (Jadwal bisa berubah sesuai kebijakan maskapai)

Garuda Indonesia. Dari BandarUdara Internasional Soekarno-Hatta, untuk rute ke Banjarmasin tersedia enamwaktu penerbangan mulai pukul 05.45 hingga yang terakhir pukul 19.30. Untuk rute sebaliknya, penerbangan pertama dari Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin dimulai pukul 06.20 dan yang terakhir pukul 20.00. Lama penerbangan sekitar 1 jam 50 menit. 

Citilink. Maskapai dengan logo warna hijau ini setiap hari memiliki frekuensi duakali untuk penerbangan ke ibukota Kalimantan Selatan tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta,yakni setiap pukul 07.20 dan 12.40.Sedangkan dari Banjarmasin pukul 10.50 dan 15.50. Lama penerbangan sekitar 1 jam 40 menit. 

Batik Air. Untuk penerbangan langsung, Batik Air memiliki jadwal dari Bandara Soekarno-Hattake Banjarmasin hanya satu kali penerbangan setiap hari pukul 09.30 dengan lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya dijadwalkan pukul 12.55 setiap hari. 

Lion Air. Maskapai ini menyediakan enam jadwal penerbangan ke Banjarmasin dari Bandara Soekarno-Hatta. Dengan jadwal penerbangan paling awal pukul 05.00 dan yang terakhir pukul 19.55. Lama penerbangan 1 jam 45 menit. Untuk rute sebaliknya, dimulai pukul 06.05 dan terakhir pukul 20.05.

Rosana

4 Makanan Kenangan Indah Malang

Ronde Titoni 02

4 makanan kenangan indah Malang. Menu otentik dari kota ini yang bertahan lebih dari setengah abad. 

Malang, Jawa Timur, memang penuh hal-hal yang berbau kenangan, termasuk olahan dapurnya. Ada sejumlah penjaja makanan yang bertahan lebih dari setengah abaddan tetap menyuguhkan rasa otentik sejak hadir puluhan tahun lalu. Dalam penjelajahan satu hari pun, berbagai makanannya yang unik itu menjadi suguhan yang tak terlupakan di kota yang berhawa sejuk ini. 

4 Makanan Kenangan Indah Malang

Bagi yang pernah tinggal di kota Malang, Jawa Timur, mungkin punya beberapa makanan yang menjadi kenangan. Dan terus menjadi klangenan. Berikut 4 menu makanan yang mungkin kenangan tersebut.

Sate Komoh di Warung Lama

Warung Lama Haji Ridwan menjadi persinggahan pertama menjelajahi kuliner Malang. Letaknya di dalam Pasar Besar Malang.Mencarinyapun tidak susah. Bila pertama kali datang, orang-orang di dalam pasar akan membantu Anda menunjukkan arah menuju warung makan yang telah berdiri sejak 1925 ini. Sebelumnya, sang pemilik, Haji Ridwan,telah berjualan makanan menggunakan pikulan sejak 1919. Kini, warung tersebut dikelola generasi ketiga, Pak Yusuf, dibantu tiga karyawan.

Pada daftar menu, ada yang unik, namanya Sate Komoh. Bahan dasar sate ini adalah daging sapi. Bila sate pada umumnya berbentuk pipih dan antara satu daging dandaging lain terpisah, tidak demikian halnya dengan Sate Komoh yang bentuknya terlihat bulat sertadagingnya menyatu. Sate ini berlimpah bumbu rempah sehingga “komoh-komoh” atau dalam bahasa Jawa, komoh berarti basah dan melimpah.Mungkin penamaan sate ini berasal dari arti tersebut. Rasa sate yang dijual per tusuk Rp 5.000 ini pun sungguh lezat. Selain Sate Komoh, warung makan ini menyajikan menu rawon, gule daging sapi, ayam bumbu rujak, dan masih banyak lagi. Harga per porsi antara Rp 15-20 ribu. 

Warung Lama Haji Ridwan

Pasar Besar Malang

Jalan Pasar Besar Nomor 1 A, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 08.00-16.00.

Orem-orem Gurih

Siang hari, sepiring orem-orem di Rumah Makan Orem-oremArema sudah menunggu untuk disantap. Ini salah satu makanan khas Malang yang terdiri atas irisan ketupat diberi taoge, tempe, dan disiram dengan kuah gurih yang hangat serta diberi taburan bawang goreng. Rasanya sedap jugagurih. Kuahnya sendiri seperti kuah opor,tapi lebih kental. Anda bisa menambahkan telur asin atau ayam sebagai lauk. Harga per porsi antara Rp 7.000 sampai Rp 15 ribu,tergantung tambahan lauk yang Anda pilih.

Orem-orem Arema

Jalan Blitar Nomor14, Sumbersari, Lowokwaru, Kota Malang

Buka pukul 09.00-16.00

Es Krim Kompeni 

Menjelang sore hari, menikmati es krim di Toko Oen rasanya waktu yang tepat. Begitu memasuki tempat ini, Anda akan disambut ucapan selamat datang dalam bahasa Belanda yang tertera pada sebuah spanduk: Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft , yang kira-kiraberarti Selamat Datang di Malang, Toko Oen Berdiri Sejak 1930-an. 

Toko Oen merupakansalah satu bangunan peninggalan kompeni Belanda yang masih berdiri kokoh sampai saat ini. Dulu merupakan tempat kumpul favorit noni-noniBelanda. Tidak mengherankan bila pengelolanya mencoba menghadirkan kembali nuansa Belanda kala itu. Dari aksen berupa mejadan kursi yang konon masih asli dari zaman Belanda, seragam pegawainya yang putih-putih, sampai menunya. Sebut saja,belegde broodjesatau sandwichhuzarensaladeatau beef salad, dan sebagainya.Menu lain yang tidak boleh dilewatkan, apalagi kalau bukan es krimnya. Anda bisa memesan es krim Oen’s Spesial, misalnya, atau banana split. Keduanya memiliki rasa yang legit di lidah. Harga per mangkuk es krim tersebut Rp 55 ribu. 

Toko Oen

Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nomor 5, Kauman, Klojen, Kota Malang 

Buka pukul 08.00-21.00

Kehangatan Titoni 

Pada malam hari, saatnya beranjak ke Ronde Titoni untuk menikmati wedang ronde dan angsle yang hangat. Ada tiga jenis ronde yang disajikan di warung yang telah berdiri sejak 1948 ini, yaitu ronde basah, ronde kering, juga ronde campur. Ronde basah adalah ronde yang berisi bola-bola tepung ketan diisi kacang tanah yang disiram dengan kuah jahe hangat. Sedangkan ronde kering, kuah diganti dengan bubuk kacang itu sendiri. Danronde campur adalah ronde kering yang kemudian disajikan dengan kuah jahe. 

Adapun angsle terdiri atas putu mayang, mutiara, potongan roti, sertakacang ijo yang diguyur kuah santan. Harga ronde dan angsle,yaitu Rp 7.000, sedangkan ronde kering Rp 8.000. Melengkapi dua menu tersebut, ada roti goreng dan cakwe dengan harga masing-masing Rp 3.000. 

Ronde Titoni

Jalan Zainul Arifin Nomor 17, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang

Buka pukul 18.00-00.00

ARIS DARMAWAN 

Kuliner Khas Betawi, 5 Ada Di Jakarta Fair

Kuliner khas Betawi, ada 5 yang diajajakan di Jakarta Fair 2022.

Kuliner khas Betawi saat ini ada yang mudah dicari di banyak tempat di Jakarta, namun tak sedikit yang hanya muncul saat berlangsung peristiwa-peristiwa khusus. Misalnya di pameran dagang atau saat perkawinan dalam masyarakat Betawi.

Kuliner Khas Betawi

Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2022 atau yang dikenal juga dengan sebutan Jakarta Fair 2022 tahun ini kembali hadir setelah absen selama dua tahun akibat pandemik Covid-19. Ada beragam kegiatan seru yang dapat dilakukan saat berkunjung ke acara ini. Salah satu aktivitas yang tak boleh ketinggalan saat mengunjungi Jakarta Fair 2022 adalah wisata kuliner.

Kuliner khas Betawi salah satunya adalah kerak telor yang dari ceritanya bermula dari omelet.
Penjaja kerak telor sedang memasaknya. Foto: Dok. shutterstock

Ini menjadi catatan khusus karena di tempat ini banyak ditawarkan makanan-makanan enak Betawi. Seperti disebut di atas, banyak yang mudah dijumpai, namun tak sedikit yang semakin jarang. Apa saja yang bisa dicicipi?

Kerak Telor, Omelet van Batavia

Makanan ini rasanya bisa disebut sebagai ciri kuliner khas Betawi. Sebagai tradisi, ia mungkin sejajar dengan tanjidor, Ia tak sekadar tradisional, namun pada mulanya merupakan makanan yang diinspirasi sejak zaman colonial.

Karena itu, tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Jakarta Fair tanpa mencicipi kerak telor. Salah satu tempat yang menyajikan kuliner khas Betawi di Jakarta Fair adalah Kampung Betawi.


Jajanan berbahan dasar telur ini merupakan salah satu ikon makanan khas Betawi. Dikutip dari artikel di aganedaIndonesia.com, kerak telor mempunyai tekstur yang mirip telur dadar. Namun, cita rasanya sangat berbeda.
Adapun keunikan cita rasa sajian tersebut berasa utari penggunaan bahan baku yang beragam. Mulai dari ketan, ebi, kelapa parut sangrai, dan tak lupa bahan utamanya yaitu telur ayam atau telur bebek. Sebelum disajikan, kerak telor diberi bumbu halus yang terbuat dari campuran kelapa parut sangrai, cabai merah, kencur, merica, jahe, dan gula pasir.
Nyang Manis Dari Betawi

Penganan manis ini praktis lebih jarang dijumpai dibanding kerak telor. Alasannya sederhana, pembuatannya yang lama. Pembuatan dodol Betawi memerlukan waktu 8-10 jam, bergantung kondisi api. Volume api dapat berpengaruh pada kualitas dodol. Jika api terlalu besar, maka dodol bisa menjadi gosong.

Kuliner khas Betawi ada juga yang manis seperti dodol, yang membuatnya butuh 8-10 jam.
Dodol Betawi penganan tradisional khas Jakarta. Foto: Dok. Shoope

Alasan lainnya barangkali kalah promosi dengan produk sejenis dari daerah lain. Jenang atau dodol dari kota lain juga cukup progresif melakukan perbaikan dalam tampilannya, terutama kemasannya. Dodol Betawi pun bukan tak melakukan, hanya mungkin masih berproses.

Dodol Betawi sebagai kuliner khas Betawi dibuat menggunakan tiga bahan utama, yakni ketan, gula merah, dan santan. Selain rasa original tersebut, biasanya penjual juga menyajikan dodol rasa durian, ketan hitam, dan lainnya. Cara memasaknya cukup mudah, yakni dengan mencampurkan semua bahan tersebut kemudian diaduk. Pembuatan dodol Betawi terbilang melelahkan lantaran membutuhkan waktu memasak yang cukup panjang.


Gurih Sedap yang Terus Populer
Soto gurih dengan kuah santan yang berisi daging sapi, paru, organ sapi, hingga jeroan ini adalah kuliner khas Betawi yang masih moncer hingga saat ini. Masih banyak yang menjajakannya, dan umumnya sangat digemari karena rasanya yang memang maknyus.

Khuliner khas Betawi yang paling populer saat ini adalah soto Betawi. Ia nyaris dapat dijumpai di banyak sudut Jakarta.
Soto Betawi yang disukai oleh banyak kalangan. Foto: Dok. shutterstock

Saat disajikan, soto ini biasanya ditambahkan dengan tomat, seledri, bawang goreng, dan emping. Bersama dengan nasi hangat, sambal, jeruk nipis dan acar, soto ini pun semakin nikmat disantap. Soto Betawi memiliki rasa yang cenderung berbeda dari soto-soto dari daerah lain.

Soto ini cepat menjadi favorit banyak orang lantaran memiliki rasa yang gurih khas yang berbeda dengan soto lainnya. Campuran santan dan susu memberikan perpaduan rasa gurih santan dengan sensasi creamy dari susu. Kini, para penggemar soto Betawi mungkin punya tempat favorit masing-masing dalam menikmati sajian soto gurih ini.

Desert yang Bikin Kenyang

Makan kerak telor akan lebih nikmat bila didampingi minum, atau lebih tepat makan, es selendang mayang. Ya, ini memang desert atau kuliner pencuci mulut yang cukup padat.

Kuliner khas Betawi ada pula yang berupa desert, yak ni es selendang mayang yang terbuat dari tepung beras seperti puding.

Kamu mungkin belum cukup familiar dengan es selendang mayang. Minuman segar khas masyarakat Betawi ini memang kurang popular karena makin jarang yang menjajakannya. Padahal  rasanya legit dan unik.

Es selendang mayang terbuat dari isian mirip seperti puding atau kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren serta kuah santan yang gurih. Kue lapisnya biasanya berwarna putih-hijau-merah muda. Minuman ini dulu sering dijajakan pedagang kala menjelang tengah hari sampai sore hari. Selendang mayang ramai dijual saat Batavia memasuki musim panas.


Sayur Yang Digoreng

Tauge ata toge goreng adalah kuliner khas zaman dulu. Ini bisa ditemui di Jakarta dan Bogor. Uniknya, meskipun namanya toge goreng, namun cara memasaknya cenderung direbus. Biasanya memasaknya memang di atas nampan, sehingga kesannya seperti menggoreng.

Selain memasaknya yang masih tradisional, cara pengemasan makanan juga masih menggunakan daun patat dan diikat dengan tali dari bambu. Makanan khas Jakarta dan Bogor ini biasanya dijajakan kaki lima dengan menggunakan pikulan. 

Seporsi makanan ini biasanya terdiri dari rebusan tauge, daun kucai, mie kuning, ketupat, dan tahu kemudian disiram dengan kuah tauco. Ini adalah hasil fermentasi dari kedelai.

Lahirnya masakan ini, seperti juga kerak telor, diduga pergaulan orang Tionghoa dengan masyarakat Eropa di Batavia, yaitu melalui spaghetti dengan pasta tomat yang masam. Kemudian Tionghoa peranakan mengubah pasta tomat dengan tauco yang merupakan fermentasi kedelai. Hasil dari modifikasi spaghetti yang menyesuaikan dengan lidah lokal lahirlah toge mie, yang di dalamnya terdapat mi seperti mie spaghetti, tahu pengganti daging, taoco, dan diberi tomat masam khas Tionghoa. Taburan akhir di atas kuah taoco diberi gula aren yang dicairkan. Di beberapa penjual, terutama yang di luar Jakarta, banyak yang mengganti gula aren dengan kecap.

Nah sudah pernahkah mencicipi makanan-makanan itu? Kalau belum ayo agendakan mencicipi kuliner khas Betawi ini.

agendaIndonesia

*****